Fire Drill, perang melawan api?

Slide1

Apakah itu fire drill ? sebenarnya adalah latihan menyelamatkan diri dan evakuasi ketika terjadi kebakaran atau simulasi kondisi kebakaran untuk mengetahui berapa kecepatan reaksi dari tim pemadam kebakaran, fire/floor warden atau biasa disebut kapten lantai dan penghuni gedung dalam ancaman bahaya kebakaran.

KEBAKARAN MERUPAKAN BENCANA LATENT YANG DAPAT TERJADI SETIAP SAAT, DI MANA PUN, DAN DAPAT MENIMPA SIAPA PUN. Itulah kenapa gedung gedung bertingkat harus rutin melakukan fire drill.  Selain sebagai bentuk kepatuhan hukum, ini merupakan bentuk usaha menyelamatkan asset perusahaan baik asset materiil maupun manusia nya itu sendiri.

Slide2

Pada dasarnya Fire Drill tidak semata untuk kebakaran. Memahami alur evakuasi dari sebuah bangunan akan membantu manusia pada saat pemadaman listrik, kebocoran gas atau bahan kimia, huru hara, atau keadaan darurat lain di tempat kerja. Dengan Fire Drill memastikan pekerja keluar dari bangunan pada waktu ditentukan dan tahu tujuan ke Tempat Berkumpul (Assembly Area) yang juga akan menolong pekerja yang tak terdata atau tamu pada saat keadaan darurat sebenarnya terjadi.

Uraian perencanaan tugas dan tanggung jawab pada saat keadaan darurat Fire Safety & Evacuation dan latihan berkesinambungan dibutuhkan untuk  memastikan staf  tetap siaga terhadap tugas dan tanggung jawab di bidangnya. Fire Drill menghadirkan kesempatan bagi staf dan anggotanya untuk mendemonstrasikan  dalam suatu simulasi mereka dapat melaksanakan tugas tanggung jawabnya cepat, aman tepat efisien. Hal ini sudah terangkum di dalam struktur organisasi MKKG (Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung) SAP kebayoran Lama sesuai dengan arahan dari Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Selatan.

struktur Fire Drill

Contoh simulasi pelatihan menghadapi keadaan darurat Kebakaran adalah sebagai berikut :

Slide5

Pada awalnya akan ditandai dengan bunyi alarm, dan pengumuman dari Gedung mengenai keadaan darurat kebakaran. Yang dilakukan adalah:

  1. Tetap Tenang. Semakin Kita Tenang, Semakin Kita Bisa Berpikir Dan Tanggap. Mengikuti Latihan Tanggap Darurat Di Tempat Kerja Masing-Masing Atau Di Fasilitas Publik Lainnya (Atau Bahkan Di Rumah), Bisa Membuat Kita Semakin Tenang Dan Tahu Apa Yang Harus Dilakukan.
  2. Padamkan Api Bila Terlatih. Bila Melihat Api, Segera Beritahu Orang Terdekat Di Sekitar Anda. Dan Apabila Anda Terlatih Menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar), Maka Raihlah Apar Terdekat Dan Padamkan Api Tersebut. Mintalah Orang Lain Yang Terdekat Dengan Anda Untuk Menghubungi Petugas Sekuriti Atau Petugas Tanggap Darurat Ketika Anda Memadamkan Api. Bila Tidak Terlatih, Segera Beritahu Orang Terdekat Di Sekitar Anda Dan Menjauhlah Dari Sumber Api. Orang Terdekat (Yang Terlatih), Petugas Sekuriti Ataupun Petugas Tanggap Darurat Akan Memadamkan Api Tersebut.
  3. Berkumpul Di Area Lobi Lift Lantai, Dan Tetaplah Tenang.
  4. Gedung kita tidak menggunakan lift. jika kita berada di gedung yang menggunakan lift, jangan pernah menggunakan lift jika terjadi kebakaran gedung. Meskipun Berkumpul Di Area Lobi Lift, Anda Dilarang Menggunakan Lift. Perilaku Berisiko Apabila Masih Menggunakan Lift Saat Kebakaran, Saat Gempa, Atau Saat Gedung Belum Menyatakan Lift Aman Untuk Digunakan! Di Gedung Yang Mengikuti Standar Keselamatan Gedung Bertingkat, Lift Orang Tidak Dioperasikan Pada Saat Keadaan Darurat. Lift Barang –Karena Peruntukannya Untuk Barang–Punya Disain Teknis Yang Lebih Kuat. Saat Keadaan Darurat, Hanya Digunakan Untuk Mengevakuasi Mereka Yang Mengalami Gangguan Kesehatan, Ditemani Oleh Petugas Evakuasi Gedung Dan Lantai. Penggunaan Lift Barang Berada Di Bawah Pengawasan Penuh Tim Tanggap Darurat Dari Gedung.
  5. Ikuti Petunjuk Petugas Tanggap Darurat. Anda Beruntung Apabila Saat Keadaan Darurat, Ada Petugas Tanggap Darurat Lantai Yang Membimbing Anda. Umumnya, Mereka Memakai Rompi Warna Merah, Hijau, Atau Band-Aid Berwarna Di Lengannya. Sangat Mudah Untuk Dikenali Dan Dimintai Bantuan. Petugas Tidak Akan Mengijinkan Kita Untuk Meninggalkan Barisan Di Lobi Lift Sampai Instruksi Itu Diberikan. Saat Itu, Petugas Dan Komandannya Menunggu Instruksi Dari Gedung –Apakah Dilakukan Evakuasi Atau Tetap Di Tempat.
  6. Evakuasi hanya menggunakan tangga. Jika di gedung bertingkat, hanya lewat Tangga Darurat. Pola Barisan Mengikuti Besar Ruangan Tangga Darurat, Ada Yang Berbaris 2-2, Ada Yang Cukup Satu Barisan. Ikuti Saja Instruksi Komandan Tanggap Darurat (Floor Warden). Pekerja/Tamu Perempuan Di Barisan Paling Depan, Diikuti Oleh Pekerja Laki-Laki. Di Barisan Paling Depan, Ada Petugas Pemadam Api (Fire Warden/Fire Suppressor) Dan Petugas Kesehatan (First Aider). Di Barisan Paling Belakang, Juga Ada Kedua Petugas Tersebut, Plus Komandan Petugas. Selama Berbaris, Tetap Tenang.
  7. Berjalan Tertib, Tidak Berlari. Ketika Menuruni Tangga Darurat, Berjalanlah Menuruni Tangga Darurat Dengan Tertib, Cepat, Tapi Tidak Berlari. Perilaku Anda Yang Tergesa-Gesa, Berteriak-Teriak, Dan Menyusul Orang Di Depan Anda, Dapat Membuat Panik Orang Lain. Yang Dapat Terjadi Adalah Tercipta Kerumunan Masal Bergerak Sangat Cepat, Yang Saling Berebut Menuruni Tangga Darurat, Saling Mendorong, Lalu Ada Yang Terjatuh, Lemas, Dan Terinjak-Injak. Korban Yang Tercatat Adalah Sebagian Besar Berasal Dari Korban Dari Tangga Darurat Yang Terinjak-Injak Dan Lemas. Maka Dari Itu, Tetaplah Di Dalam Barisan, Dan Ikuti Petugas Tanggap Darurat.
  8. Berjalan Menuju Muster Point (Tempat Berkumpul). Ikuti Saja Orang Yang Berjalan Di Depan Anda. Dan Petugas Tanggap Darurat. Tetaplah Dalam Barisan.
  9. Laporkan Diri Anda Pada Saat Penghitungan Orang (Head Count). Petugas Akan Mengabsen Nama-Nama Orang Yang Turun Bersamanya. Gunanya Adalah Untuk Memastikan Tidak Ada Orang-Orang Yang Tertinggal Di Gedung.
  10. Tetap Di Muster Point. Di Muster Point, Petugas Tanggap Darurat Menunggu Instruksi Dari Petugas Gedung Apakah Gedung Telah Aman Atau Masih Berbahaya Untuk Dimasuki. Apabila Dinyatakan Telah Aman, Petugas Akan Mempersilahkan Anda Untuk Kembali Ke Gedung.
  11. Di Dalam Proses Evakuasi Di Atas, Apabila Mengalami Gangguan Kesehatan (Keringat Dingin, Sesak Napas, Pusing, Sakit Kepala, Mual, Muntah), Maka Pisahkan Diri Dari Barisan Dan Tenangkan Diri Anda. Panggillah Petugas First Aider Atau Orang Terdekat Di Sekitar Anda. Petugas First Aider Akan Menenangkan Anda. Anda Tidak Akan Ditinggal Oleh Petugas.
  12. Bila Menemukan Ada Orang Yang Pingsan, Segera Panggil Petugas First Aider Atau Petugas Tanggap Darurat Lainnya. Ketiga Petugas (First Aider, Fire Suppressor, Floor Warden) Memiliki Keterampilan Memadamkan Api Dan Memberikan First Aid. Namun, Apabila Anda Terlatih Untuk Menolong Orang Yang Pingsan, Maka Lakukan Pertolongan Pertama Dan Tetaplah Tenang. Minta Orang Terdekat Di Sekitar Anda Untuk Memanggil Petugas Tanggap Darurat.
  13. Hindari Membawa Barang-Barang Yang Bisa Menghambat Proses Evakuasi Diri Anda Dan Diri Orang Lain. Prioritas Utama Adalah Jiwa, Bukan Materi. Di Dalam Proses Evakuasi, Kita Diharapkan Sekali Untuk Saling Menjaga Ketenangan Dan Membuat Tenang Orang Lain. Bawaan Barang Yang Besar Bisa Membuat Orang Lain Tidak Tenang Karena Proses Menuruni Tangga Darurat Menjadi Lebih Lama, Belum Lagi Risiko Tertimpa Barang Itu (Bila Barang Tiba-Tiba Jatuh).

fire-evacuation-drill

IMG_2374

011135800_1429528277-Karyawan_Mall_PIM__foto_1_

Simulasi akan ditutup dengan latihan pemadaman api menggunakan APAR.

Simulasi-Kebakaran-Hotel-Santika-Premiere-Bintaro IMG_5441 P_20160528_101353

Informasi ini jauh-jauh hari sudah kami sebarkan karena kita akan mempraktekannya dalam waktu dekat, InsyaAllah setelah lebaran. Manfaatkan event ini dengan sebaik-baiknya, dan jadikan pengalaman berharga yang dapat diaplikasikan dimanapun anda tinggal. (dyt/HSE)

Salam Safety

Related Posts

Discussion about this post

  1. It’s nearly impossible to find experienced people for this subject, however,
    you seem like you know what you’re talking about!
    Thanks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 + 6 =


Latest Stories

Search stories by typing keyword and hit enter to begin searching.