Safety diantara pemanjat tower

Sebagai pelaksana perawatan sebagian fasilitas tower dibawah kepemilikan STP Tower, IPA MS dipercaya mengelola Regional I, II dan III yang meliputi seluruh P. Jawa yang berjumlah sekitar 3200 lokasi. Didalam melaksanakan aktifitas perawatan banyak hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan pada karyawan, dari motif itulah maka IPA melalui departemen HSE memandang perlu melakukan gerakan antisipasi mengurangi potensi terjadinya kecelakaan kerja sekaligus melindungi keselamatan kerja karyawan.

 

Dari potensi bahaya yang kemungkinan timbul, menurut evaluasi kami angka terbesar adalah kecelakaan yang diakibatkan oleh sengatan aliran listrik dan kecelakaan fisik akibat terjatuh dari ketinggian karena aktifitas pemanjatan tower yang disyaratkan oleh operator terutama Telkomsel untuk pengambilan foto lampu OBL (Obstruction Light) dan foto panoramic aktual. Dalam kurun 2 tahun belakangan ini HSE (Health Safety Environment) memulai program kampanye K3 atau Keselamatan Kerja Karyawan, HSE mengadakan training pengenalan Program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) kepada seluruh karyawan IPA-MS dan para Mitra yang bekerjasama dengan tujuan ahir mencapai predikat Zero Accident. Dalam proses implementasi program K3  pada seluruh pelaksanaan perawatan dilakukan kunjungan bersama pada lokasi tertentu [ditentukan secara acak] yang berikutnya kami  sebut HSE – MS Joint Visit yang bertujuan menjaga konsistensi penerapan kaidah K3 dilokasi kerja. Dibawah adalah APD (Alat Pelindung Diri) yang sesuai dengan jenis pekerjaan pemanjatan tower.



 

Hingga saat ini HSE – MS Joint Visit telah mengunjungi 94 lokasi [sekitar 3 %] yang meliputi seluruh Regional I dan II [menyusul regional III], seluruh kabupaten dan kota di DKI, Jabar, Banten. Setidaknya tiap bulan kami mengunjungi 4 lokasi.



Diatas adalah salah satu site yg kita maintenance berlokasi di Desa Naringgul, daerah puncak bogor.



Didalam pelaksanaan dilapangan setiap pelaksana disyaratkan menggunakan Alat Pelindung Diri [APD] lengkap dan berstandar minimal SNI, hingga saat ini IPA MS Team telah dilengkapi APD lengkap dan standar, sedang untuk para Mitra juga harus mengenakan APD terutama pada saat Joint Visit dan untuk kegiatan rutin para Mitra masih belum bisa menggunakan APD lengkap dan standar [investasi  tinggi, perlu membangun kesadaran lebih tinggi]. APD lengkap meliputi Helm panjat, Full Body Harness, wear pack, kaos tangan panjat, kacamata, safety shoes, kotak P3K. Untuk mendapatkan gambaran yang mendekati obyektif setiap kunjungan kami konversikan dalam bentuk format yang akan menghasilkan HSE Score dimana setiap kondisi lokasi akan mendapatkan predikat mulai score terendah / buruk adalah Unacceptable – Poor – Fair – Acceptable – Good dan VERY GOOD yang terbaik. Dari gradasi score tersebut HSE bisa melihat perkembangan kemajuan implementasi K3 dilokasi kerja dan perlindungan Keselamatan Kerja Karyawan dimana rata2 HSE Score untuk Regional I dan II sudah bisa mencapai predikat VERY GOOD, semoga pemahaman dan pemantapan penerapan K3 selalu berkembang menjadi lebih baik.



 

Berikutnya Joint visit juga akan diterapkan pada pekerjaan Fiber Optic yang juga berpotensi terjadi kecelakaan kerja karena dilakukan pada umumnya pada malam hari dan disamping jalan raya. Foto2 dibawah ini menunjukkan keberanian dan keyakinan karyawan menjalankan tugas setelah dibekali pemahaman kaidah-kaidah K3. (@AW)

Salam Safety
Related Posts

Latest Stories

Search stories by typing keyword and hit enter to begin searching.